Bab 6 Siapa yang Membuat Pengorbanan

by Vivi Huang 00:39,Jun 24,2020
Datang ke arah Gredy Du, Derex Yan pun menggerakkan bibirnya dengan wajah yang tidak terlalu bersahabat, dan dari matanya juga terlihat dengan jelas mempunyai tatapan yang ganas.

“Dasar anak busuk, hari ini kembali jatuh ke tanganku, apakah kamu tahu ini sudah ke berapa kali?”

Gredy Du tidak menghiraukan dia, dia hanya ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh Derex Yan ini.

”Dan Derex Yan juga terlihat tidak membutuhkan jawaban dari Gredy Du, “Kali ini kamu akan celaka, dari awal sudah aku katakan, jangan terlalu mencampuri urusan orang lain, tapi kamu tidak mendengarkannya. Dan sekarang kamu sudah jatuh ke tanganku, ditambah lagi sudah beberapa kali sehingga aku mempunyai alasan untuk mengeluarkanmu.”

“Tapi karena aku orangnya itu berlapang dada dan murah hati, asalkan kamu bersedia berlutut dan meminta pengampunan dariku, mungkin aku bisa memberimu satu kesempatan lagi, dan tidak mencatat jika hari ini kamu telah bolos, sehingga kamu bisa terus masuk ke sekolah seperti biasanya.”

“Bagaimana, sepertinya sekarang kamu harus berlutut untuk memohon padaku ?”

Saat Derex Yan dengan wajah yang licik selesai berbicara, Gredy Du menyambutnya dengan melihat ke arah wajahnya yang jelek itu.

“Derex Yan, kamu itu telah menjadi seorang pedoman, tapi malah berbuat hal seperti itu, setiap hari kamu hanya memikirkan cara untuk membalasku, apakah kamu tidak pernah berpikir untuk mengubahnya? ” Gredy Du memberikan senyuman sini pada Derex Yan.

Setelah mendengar kata-kata tersebut, wajah Derex Yan yang mendengarnya pun langsung berubah menjadi sangat marah.

“Gredy Du, aku lihat sepertinya kamu itu orang yang tidak bisa dinasehati baik-baik, aku dengan baik hati memberikan jalan untukmu, kamu malah ingin masuk dan pergi menuju ke jalan kematian itu? Baiklah kalau begitu, aku akan mengumpul semua data lama kamu dan memberikannya pada sekolah, agar orang seperti kamu itu bisa dikeluarkan!”

Pada dasarnya Derex Yan memang tidak ingin memberikan jalan untuk Gredy Du, dia hanya ingin mempermainkannya saja, untuk memuaskan diri sendiri.

Jadi mau Gredy Du memohon atau tidak padanya, dia sudah bersiap untuk menyuruh sekolah mengeluarkan Gredy Du.

Tapi karena melihat Gredy Du tidak berlutut sesuai dengan harapannya, membuat dia sangat tidak puas, dan membuatnya menjadi sangat marah.

Dia masih berusaha memaksa Gredy Du, berharap agar Gredy Du bisa berlutup dan memohon ampun di hadapannya.

Tapi....sepertinya itu hanyalah harapannya.

Gredy Du hanya melangkah dan pergi, bahkan sepatah katapun tidak diucapkan dia pada Derex Yan.

“Gredy Du, akan ku katakan padamu, jika hari ini kamu tidak dikeluarkan, maka namaku akan terbalik!!!!”

Gredy Du mendengar suara ancaman dari arah belakang, tapi Gredy Du sama sekali tidak membalikkan kepalanya.

Setelah berbelok ke sebuah sudut, dia langsung menelpon Edyanto Liu, yaitu direktut baru perusahaan Honeycom.

“GM Liu, aku ingin memberikan satu nama untukmu, tolong bantu aku untuk menghubungi pihak biro pendidikan kota, agar bisa menendang orang ini dari sekolah.”

Edyanto Liu mengisyaratkan jika tidak ada masalah dan bisa membantu Gredy Du, sebagai seorang General Manager perusahaan Honeycom, yang dia punya dari dalam kota ini adalah relasi yang kuat.

Tapi setelah itu dia berkata: “Presdir, untuk apa anda pergi bersekolah lagi, aku bisa membantu anda mendapatkan sebuah sertifikat.”

Gredy Du langsung berkata: “Apakah ilmu yang didapat juga bisa kamu buat sekaligus?”

Edyanto Liu tidak bisa menjawab, setelah menutup teleponnya dia merasa sangat malu.

Dia baru menyadari, presdir ini adalah orang yang sangat hebat dan memikirkan segala aspek, tidak seperti anak-anak orang kaya lainnya. Dan hal ini membuat senyumannya kembali, dia merasa asalkan bisa mengikuti orang seperti ini, membuat kuda seperti dirinya itu bisa berlari lebih cepat.

Hal itu membuat Edyanto Liu memutuskan, untuk terus berada di sisi Gredy Du, dan dengan sekuat tenaga membantunya melakukan sesuatu......

Pada saat yang sama, Derex Yan akhirnya sampai di kantornya, dengan emosi yang belum reda, dia tidak menyangka jika Gredy Du akan segila itu.

Bahkan seperti pisau yang telah berada di dekat lehernya sekalipun, tidak membuat Gredy Du takut dan memohon ampun sama sekali.

“Oke, aku akan membuat orang yang merasa paling hebat seperti kamu itu tidak berkutik, tunggu aku siapkan beberapa dokumen itu dan melaporkannya, kita lihat saja nanti bagaimana kamu menangis!”

Sambil menyiapkan beberapa dokumen yang bersangkutan dengan Gredy Du, Derex Yan dengan sekuat tenaga terus menggigit giginya.

Kali ini, dia harus memojokkan Gredy Du baru bisa membuatnya tenang!

Setelah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan, Derex Yan kembali lagi ke kantor, dan kembali lagi pergi ke Kantor Urusan Akademik......Sangat sibuk.

Akhirnya pada saat waktu menunjukkan pukul 2 lebih, dia baru menyelesaikan semuanya.

Dan sekarang hanya tersisa sebuah cap dari kepala sekolah, sehingga bisa menendang Gredy Du dari sekolah ini, tapi kepala sekolah sedang memiliki urusan dan pergi ke Biro Pendidikan Kota.

Melihat dokumen yang berada di tangannya itu, membuat Derex Yan kembali memikirkan sebuah ide baru.

Dia membayangkan, setelah dokumen yang berada di tangannya itu sudah lengkap, dan memberikan dokumen itu pada Gredy Du untuk menakutinya.

Mungkin Gredy Du mengira dia sedang berbohong, tapi sekarang dengan adanya dokumen ini, Gredy Du pasti akan sangat ketakutan hingga pipis di celana, dan di depan semua siswa, dia akan memohon ampun padaku.

Setelah mengkhayal kondisi seperti itu, Derex Yan menjadi sangat bersemangat.

Kemudian pada saat itu juga, dia langsung pergi ke kelas dimana Gredy Du berada.

Saat ini semua murid sedang kelas belajar sendiri, Derex Yan langsung mendorong pintu kelas dan masuk.

Berdiri di podium, Derex Yan langsung melempar dokumen yang atas di tangannya itu di atas meja, “Sini, Gredy Du, kamu kesini.”

Gredy Du terlalu malas untuk menanggapi Derex Xu, dia langsung duduk dengan lurus, dan memandangi Derex Yan, “Jika ada urusan sini katakan.”

Dulu dia tidak terlalu berani melawan Derex Yan, tapi berbeda dengan sekarang, untuk menanggapi sampah seperti ini, tentu saja dia tidak mempunyai kesabaran.

Setelah kata-kata itu keluar dari mulutnya, semua siswa yang berada dikelas terkejut, merasa apakah Gredy Du sudah gila.

Orang yang duduk di samping Gredy Du yaitu Malvin Mu, yang sekaligus menjadi sabahat dia di kelas maupun di sekolah.

Setelah Malvin Mu terkaget dengan apa yang terjadi, dia langsung menggunakan sikunya untuk menyentuh Gredy Du.

“Gredy Du, apakah kamu sedang bingung, dia itu raja neraka instruktur kita, bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu padanya, dia bisa membalasmu atau menyulitkanmu! Pada dasarnya dia sudah tidak terlalu suka padamu, sekarang kamu malah melawannya?”

Gredy Du tertawa, “Jika dia berhasil menyulitkanku barulah takut, asalkan dia tidak takut jika aku bisa menahan kesulitan yang dia buat itu, silahkan saja!”

Marvin Mu berusaha untuk menutup mulut Gredy Du, tapi semuanya terlambat, Gredy Du telah mengeluarkan kata-kata itu, sehingga membuat seluruh siswa yang berada di kelas dan Derex Yan mendengarnya dengan jelas.

Seluruh kelas sangat kaget, mereka semua berpikir apakah hari ini Gredy Du salah makan obat, sehingga dengan berani berkata seperti itu pada guru instruktur.

Derex Yan yang mendengar perkataan Gredy Du itu, membuat raut wajahnya langsung berubah, dan dengan kuat memukul meja guru yang ada di depannya.

“Gredy Du, kamu sangat kurang hajar, apakah di mata kamu sudah tidak ada seorang guru, apakah kamu bisa membayar apa yang telah kamu lakukan ini!”

Gredy Du tidak merasa takut sama sekali, dengan marah membuka mulutnya, “Kalau begitu kita lihat saja, aku yang harus membayarnya, atau kamu yang harus membayarnya!”

Keduanya beradu mulut, dan tidak ada yang mau mengalah.

Semua siswa kelas itu terkejut, dan berbisik:

“Hari ini Gredy Du kenapa, hebat sekali, sampai berani melawan guru instruktur kita?”

“Iya, terlalu gila, panggilan Derex Yan itu adalah seorang raja neraka, siapa yang berani berhadapan dengannya? ”

“Aku tebak, hari ini Gredy Du pasti akan mendapatkan masalah, masalah yang besar......”

Pada awalanya Derex Yan mengira jika hanya dengan membawa dokumen itu untuk menyudutkan Gredy Du di depan teman kelasnya akan membuat Gredy Du memohon ampun padanya, tapi siapa sangka sekarang seluruh tubuh Derex Yan bergetar.

Marvin Mu melototi Gredy Du, “Kamu ya, untuk apa kamu membuatnya marah, benar-benar tidak berpikir panjang!”

Setelah selesai berkata, sebagai seorang sahabat Marvin Mu langsung berdiri, dan bersiap untuk menggantikan Gredy Du meminta maaf pada Derex Yan.

Dia bisa tidak peduli jika akan dimarahi atau dikritik oleh Derex Yan, tapi dia tidak bisa menerima jika sahabat terbaiknya itu mendapatkan masalah hanya karena hal seperti ini.

Hanya saat ini, saat dia belum sempat mendekati Derex Yan, tiba-tiba kepala sekolah berjalan ke arah mereka.

Muncul senyuman licik dari wajah Derex Yan, sambil menunjukkan Gredy Du dengan dokumen yang berada di tangannya.

“Ini adalah dokumen untuk mengeluarkanmu, dan hanya tersisa tanda-tangan dari kepala sekolah. Saat ini juga kita lihat, siapa yang harus membayarnya!”

Baru selesai berkata, Derex Yan langsung menuju ke arah kepala sekolah.

Tapi di saat itu kepala sekolah sedang berpikir, untuk apa dengan tiba-tiba biro pendidikan menyuruhku untuk mengeluarkan Derex Yan?

Download APP, continue reading

Chapters

207