Bab 3 Ini Sudah Terlalu Hebat!

by Erico Zhang 09:32,Jan 29,2021
Teknik Pengobatan Rumput-rumputan terbagi menjadi teknik rumput-rumputan dan teknik pemurnian jiwa. Di antaranya, teknik pemurnian jiwa, adalah sebuah pengobatan, teknik kungfu. Dalam tubuh manusia biasa, pengobatan tidak memiliki batas akhir.

Sedangkan teknik rumput-rumputan merupakan sebuah teknik turun-temurun yang membantu pelatihan, utamanya memperkenalkan jutaan kegunaan rumput-rumputan sebagai obat, bagaimana menggunakan rumput-rumputan ini untuk meningkatkan kemampuan petarung, dan juga cara mengobati penyakit dari rumput-rumputan ini dengan cepat. Kalau menggunakan keterampilan khusus yang membantu, khasiatnya akan semakin bagus.

Saat masuk rumah sakit selama satu bulan lebih, Parker Qi pernah melihat banyak Teknik Pengobatan Rumput-rumputan. Dia mengingat dengan jelas, di dalamnya ada resep obat yang berkhasiat untuk mengobati rematik.

Sekarang kualitas hidup manusia sudah meningkat, beragam penyakit malah berdatangan. Terutama orang-orang bekerja kantoran. Karena kurangnya olahraga dan terus-menerus duduk di pose yang sama, pinggang dan leher mereka biasanya tidak terlalu baik.

Dan seiring dengan luasnya penggunaan ponsel pintar, setiap orang mempunyai sebuah ponsel. Menatap isi menarik dari ponsel, orang-orang menjadi menundukkan kepala, dan semakin mempercepat timbulnya penyakit leher.

Di bawah keadaan seperti ini, obat untuk mengobati penyakit tulang sangat perlu muncul!

Begitu memikirkan uang yang pertama kali bisa dia dapatkan, hati Parker Qi menjadi semangat.

Jam kerja Kentucky dibagi menjadi tiga kelas, pagi, siang, dan malam. Setiap kelas adalah delapan jam.

Tentu saja, itu adalah jam kerja karyawan resmi.

Parker Qi hanyalah pekerja sementara, selain itu rumahnya juga agak jauh dari sana. Kak Vanie memberikan toleransi, menyuruhnya kerja di kelas pagi saja, dari jam delapan pagi sampai jam empat sore. Saat ini, bus dari desa sampai Desa Marga Qi masih beroperasi, Parker Qi tidak perlu takut tidak ada bus yang bisa mengantarnya pulang.

Jam empat sore, Parker Qi mengirimkan paket terakhir, pergi meninggalkan Kentucky dengan tepat waktu, lalu naik bus pulang ke Desa Marga Qi.

Obat untuk mengobati penyakit rematik sangat biasa dan dijual di apotek biasa. Hanya saja, bahan obat yang sudah diolah, dalam ukuran yang besar kehilangan efek yang Parker Qi inginkan. Jadi dia memutuskan pergi ke belakang gunung Desa Marga Qi untuk mengambil sendiri bahan obatnya.

Pertengahan musim panas, adalah waktu rerumputan di gunung tumbuh dengan suburnya.

Teknik Pengobatan Rumput-rumputan adalah peninggalan turun-temurun dari dulu. Bahan-bahan obat diturunkan sampai saat ini, ada yang sudah berubah nama, bahkan ada banyak juga yang sudah punah.

Untung saja, bahan yang berkhasiat untuk mengobati rematik sangat banyak. Banyak khasiat obat yang sangat mirip. Jadi, Parker Qi sudah mengumpulkan cukup bahan.

Malam hari, di dalam kamar rumah Parker Qi.

Memegang ramuan hijau di tangan kirinya dan jarum halus untuk menjahit pakaian di tangan kanannya. Menatap rumput itu selama sesaat, auranya seketika berubah, matanya bagaikan petir, dan dengan cepat dia menusukkan jarum dengan cepat ke beberapa titik daun.

Seiring dengan gerakannya, daun yang awalnya berwarna hijau, seketika menjadi layu. Secara bersamaan, beberapa tetes cairan warna hijau keluar dari titik-titik yang ditusuk oleh Parker Qi. Parker Qi segera mengambil mangkuk bersih di sampingnya, mengumpulkan semua cairan warna hijau itu ke dalamnya.

"Ternyata, menusukkan jarum ke dalam titik adalah sungguhan!"

Melihat cairan kental di dalam mangkuk, Parker Qi berdecak heran selama sesaat, mengeluarkan setumpuk daun di atas meja, lalu membuatnya sesuai peraturan biasa.

Dengan cepat, di dalam mangkuk penuh dengan cairan obat. Sedangkan di bawah meja, penuh dengan tanaman kering berwarna kuning.

"Selanjutnya, sudah waktunya masuk ke langkah berikutnya!"

Setelah cairan dikeluarkan, Parker Qi berjalan ke tungku gas yang sudah lama tidak digunakan, menuangkan semua cairan di dalam mangkuk, mulai menyalakan api. Sambil memanaskan, sambil mengaduk dengan sumpit yang bersih, mencegah obat ini menjadi hangus.

Dengan cepat, tercium aroma obat rumput di dalam kamar.

Setelah kira-kira berlalu lima menit, cairan berwarna hijau berubah menjadi pasta krem. Parker Qi mematikan tungku api dan membiarkannya mendingin selama setengah jam. Setelah bentuk pasta itu mendingin, Parker Qi baru mengeluarkannya dengan hati-hati.

Obat memang sudah selesai dibuat, tapi bagaimana dengan khasiatnya? Obat yang belum pernah diuji, tidak mungkin dia asal gunakan kepada orang lain, kan? Kalau tidak ada khasiat ataupun bersifat beracun, bukankah itu semakin mencelakai orang lain?

Setelah berpikir, Parker Qi memutuskan menggunakan dirinya sebagai kelinci percobaan.

Meskipun kakinya di bawah bantuan Qi, sudah hampir pulih sepenuhnya, tapi masih belum pulih seperti semula. Setiap kali mendung dan hujan, kakinya masih sedikit sakit.

Setelah itu, dia mengambil sedikit salep dan mengoleskannya secara merata di kakinya.

Awalnya, dia tidak merasa apa pun. Namun, tidak sampai satu menit, dia merasa seperti ada jutaan semut masuk ke dalam kakinya dan menggigitnya dari dalam. Dia kesakitan sampai mengiris. Meskipun dia menggunakan Qi untuk menahan rasa sakit itu, itu juga tidak terlalu berarti apa-apa.

Seketika, Parker Qi berguling-guling di atas ranjang sangking kesakitan. Secara bersamaan juga memarahi rumput-rumputan itu di dalam hatinya. Sialan, mainan itu bukan bohongan, kan?

Rasa sakit itu berlangsung sampai setengah jam.

Setengah jam kemudian, Parker Qi tiba-tiba berhenti berguling.

Dia berdiri dari ranjang, melompat beberapa kali, lalu berkata sambil tersenyum lebar, "Ternyata bukan obatnya yang tidak bisa, melainkan yang aku gunakan terlalu banyak!"

Khasiat obat terlalu hebat, tubuhnya tidak tahan, sehingga baru menimbulkan rasa sakit yang begitu besar.

Keesokan harinya, Parker Qi pergi bekerja seperti biasanya.

Saat mengendarai mobil dan melewati Taman Mutiara, dia sengaja pergi ke sana.

Setelah berjalan ke bawah rumah Kakek Zhang, dia pun menelepon Kakek Zhang.

"Halo, Parker, hari ini tidak memesan makanan, kan?"

Terdengar suara Kakek Zhang yang bingung dari ujung sambungan. Parker Qi segera menjelaskan, "Kakek Zhang, jadi seperti ini. Kemarin kakek berkata pinggangmu sakit, kan? Dulu aku pernah melihat buku-buku dari bagian pengobatan Cina. Setelah pulang, aku membuat beberapa obat, dan itu sangat berkhasiat untuk mengobati rasa sakit tulang!"

"Ini..."

Suara Kakek Zhang sedikit ragu. Jelas saja, dia tidak percaya terhadap Parker Qi, seorang pengantar makanan mampu mengobati penyakit seperti ini.

"Kakek Zhang, benar-benar hanya sedikit salep. Setelah dioleskan tidak ada efek samping apa pun. Selain itu, salep ini gratis!"

Orang tua, begitu mendengar hal yang gratis, pasti tidak mempunyai kemampuan untuk menolak. Kakek Zhang langsung menyetujui dan segera datang mengambilnya.

Kira-kira lima menit kemudian, seseorang muncul dari dalam rumah. Namun, itu bukan Kakek Zhang, melainkan cucu Kakek Zhang, Yolanda Zhang.

Parker Qi tersentak lalu berpikir sebentar. Kakek Zhang sudah tua, tidak efisien bergerak. Dapat dimengerti juga kalau menyuruh Yolanda Zhang yang turun untuk mengambilnya.

Setelah itu, Parker Qi pun mengulurkan kantong kecil berisi pasta krem ke sana, "Ini adalah salep itu. Dioleskan secara merata di pinggang Kakek Zhang. Seharusnya sudah akan terlihat khasiatnya."

Yolanda Zhang tidak langsung menerima salep itu, melainkan menatap barang kecil itu sambil memiringkan kepala, "Apa ini bisa menyembuhkan penyakit? Sekecil ini? Kamu sedang mengerjaiku?"

Di bawah paparan sinar matahari, kulit Yolanda Zhang semakin lembut dan halus, juga memancarkan kelincahan yang dimiliki oleh gadis remaja.

Terhadap kecurigaan Yolanda Zhang, Parker Qi tidak marah, hanya berkata sambil tersenyum, "Aku tidak mengerjaimu. Bukankah kamu sudah akan tahu setelah mengoleskannya ke pinggang Kakek Zhang? Aku juga tidak mempunyai keuntungan dengan membohongi kalian, benar kan?"

Setelah berpikir sebentar, Yolanda Zhang merasa yang Parker Qi katakan tidak salah, jadi dia pun menerima salep itu.

Download APP, continue reading

Chapters

530