Bab 3 Pemburu Hadiah (1)

by Riski saputro 15:37,Dec 04,2019
Fendi hanya orang biasa, dan Jilson adalah orang yang pernah berperang, dan bisa bertahan hidup dibawah tembakan. Dia adalah raja perang, delapan ratus hingga seribu prajurit mati di tangannya.

Saat ini, Jilson marah, tubuhnya memancarkan aura membunuh.

Angel hanya anak kecil berusia 5 tahun, Mana pernah Angel melihat seorang pria dengan mudah menghancurkan asbak kaca setebal 5mm dengan ekspresi santai, dan di saat yang bersamaan tubuhnya dipenuhi dengan aura mengerikan, mulut kecil Angel tiba-tiba menyusut dan berteriak ketakutan.

“Fendi, kamu memukulku, akan ku adukan ke mama.”sepasang tangan putih chubby Angel menggosok matanya, air matanya mengalir deras.

“Anak nakal.”Jilson tersenyum, lalu bangkit keluar dari ruang baca.

Dia membuka pintu rumah ingin keluar, lalu melihat dompet Monika yang tertinggal di meja makan, lalu Jilson sekalian membawa dompet itu pergi.

Setengah jam kemudian, Jilson kembali dengan dua ember KFC yang lezat, Angel sudah berhenti menangis dan duduk di rumah menonton kartun.

Melihat Jilson tiba-tiba kembali, Angel terkejut, mengingat mata Jilson yang dingin dan menakutkan membuat Angel menangis sekali lagi.

“Makan ini.”Jilson meletakkan dua ember besar KFC di depannya.

“Woaa, KFC!”air liur Angel terus mengalir, setelah itu, Angel menatap Jilson kembali dengan tatapan ketakutan.

“Kenapa tidak makan?”senyum Jilson.

“Mama bilang KFC itu makanan tidak sehat, mama tidak membolehkan ku memakannya………”ucap Angel.

“Heh, aku ini ayahmu, kita sekeluarga tiga orang, aku kepala keluarganya, tidak usah pedulikan ibumu, dirumah ini semuanya dengarkan aku, makanlah.”ucap Jilson.

“Ta, tapi………”Angel tidak rela pergi dan ingin terus menonton kartun..

Dasar anak serakah, ingin makan KFC, terus ingin menonton kartun.

“Kalau suka lihat, lihat sambil makan.”ucap Jilson.

“Woaa!”Angel teriak senang, sambil nonton kartun, sambil makan KFC.

Dua ember KFC habis dimakan Angel, Jilson duduk tenang disamping Angel memikirkan sesuatu. Jilson ini pria yang mengambil keuntungan dari Monika, dia berjanji pada Monika untuk tetap tinggal, jadi dia pasti akan tetap tinggal.Tapi Jilson juga harus balas dendam, hutang darah harus dibayar dengan darah.

Malam hari, Angel berbaring disamping Jilson dan tidur dengan tenang. Jilson dengan lembut menggendong Angel ke kamarnya, menaruhnya di tempat tidur, dan dengan hati-hati menyelimutinya.

Jilson kembali keruang baca, mengambil pena menggambar diatas kertas rencana pembalasan dendamnya.

Keesokan harinya.

Ketika Jilson tidur nyenyak, dia merasakan sesuatu mendorongnya dengan lembut. Dan itu Angel yang mendorongnya, wajah kecil Angel merah, Angel mendorong sambil berkata, “Fendi, aku telat ke sekolah, kenapa kamu tidak membangunkan ku? Habis aku ini di marahi ibu sekolah……”

Bocah ini berbicara dengan suara manja, meskipun baru berusia 5 tahun, dia cerdas dan kuat, seperti anak yang lebih tua darinya.

“Hanya telat saja, apa masalahnya, nanti aku yang memberitahu gurumu.”ucap Jilson tidak bangun terburu-buru, setelah membersihkan dirinya di kamar mandi, kemudian pergi dengan Angel.

Sebelum pergi, dia melirik sekilas kamar Monika, Monika semalaman tidak pulang, dia pasti sangat sibuk di kantor polisi.

Jilson membawa Angel keluar untuk sarapan, kemudian mengantarnya kesekolah. Semua guru di sekolah mengira Jilson adalah Fendi, Ketika mereka melihat Jilson, guru-guru tidak menyambut Jilson dengan baik, dan memandang Angel dengan wajah masam.

“Bu guru, Angel ku serahkan pada kalian ya.”ucap Jilson sambil memasukkan segumpal uang ke dalam saku guru.

“Fendi, kamu ini sedang apa? Tidak tidak, uang ini tidak bisa kuterima………”ucap bu guru pada Jilson.

“Aku tidak mau uang ini, ambil saja, tidak bagus dilihat orang lain.”ucap Jilson meletakkan tangannya yang besar di atas saku guru.

“Ini benar tidak bisa………”Guru tersenyum tak berdaya, seperti bunga.

Jilson tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum pada guru lalu pergi. Ada sesuatu yang harus diurus Jilson, jadi dia tidak ada waktu mengurusi Angel, jika tidak, hanya perlu satu hari bagi Jilson untuk memastikan guru disekolah menjaga Angel lebih baik daripada putri mereka sendiri.

Tapi apa yang ingin Jilson lakukan?

Menghasilkan uang.

Download APP, continue reading

Chapters

1252