Bab 8 Orang Tidak Berguna

by Winston 12:18,Jul 08,2020
"Keraguanmu, membuatku kehilangan kesabaran."

Wanita itu menaikkan alisnya, gerakan menggodanya itu membuat jantung Tiano Lin berdetak cepat.

Tiano Lin tidak bersuara, hanya tertegun di sana seperti sebatang kayu.

Wanita itu melihat ke arah ponsel Tiano Lin, dia merebut ponselnya di saat Tiano Lin tidak memperhatikannya.

"Kamu......."

Tiano Lin tertegun, dan melihat wanita itu mengutak-atik ponsel miliknya.

Dia membuka aplikasi Wechat Tiano Lin, dan memencet pilihan penambahan teman, setelah memasuki nomornya, lalu dia menggunakan Wechat Tiano Lin untuk mengirim permintaan pertemanan ke pihak lain.

"Tidak perlu terburu-buru, aku akan menerima permintaan pertemananmu nanti."

Wanita itu tersenyum, Tiano Lin bahkan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun dengan senyumannya yang menarik ini.

Dengan cepat, wanita itu mengembalikan ponselnya kepada Tiano Lin, setelah meliriknya, dia pun pergi meninggalkannya.

"Memang wanita yang aneh."

Tiano Lin masih tertegun di posisi awal.

Kembali ke pintu ruangan KTV, dia melihat Cedric Lee sedang berteriak sambil memegang mikrofon, Yulius Zhang sedang duduk di atas sofa sambil berbicara dengan wanita-wanita di sampingnya.

Sony Song melirik ke arah Tiano Lin, dia pun menariknya ke sudut ruangan untuk berbicara.

"Tiano Lin, beberapa ini merupakan teman dari adik perempuan Yulius Zhang, dengar-dengar merupakan jurusan menari, semuanya berkulit putih dan berkaki jenjang. Harus lihat kemampuanmu apakah bisa menggaet salah satu dari mereka."

Tiano Lin melihat ke arah sana.

Selain wanita cantik yang duduk di tengah yang sedang berbicara dengan Yulius Zhang, sisa dua wanitanya, sedang bermain ponsel Apple yang ada di tangannya.

Meliriknya sekilas, Tiano Lin merasa wanita di tengah merupakan yang tercantik.

Dengan rambut pendek yang indah, matanya yang berair seperti tetesan air merembes keluar. Dia mungil, tapi tetap seksi dan sempurna.

"Kamu memilih dia?"

Sony Song sudah mengetahui pilihan dia melalui tatapan Tiano Lin.

Tiano Lin tidak bersuara, ekspresinya sedikit rumit.

"Itu adalah adik sepupu Yulius Zhang, dengar-dengar masih berstatus lajang, jika kamu memang ingin berkenalan dengannya, berinisiatiflah sedikit."

Selesai berbicara, Sony Song langsung mendorong Tiano Lin dengan sekuat tenaga. Tanpa persiapan apa pun, Tiano Lin datang begitu saja di depan tiga wanita cantik.

"Tiano Lin, kebetulan sekali aku perkenalkan kepadamu. Ini adalah adikku, Xeria Ling. Mereka berdua adalah teman baiknya, di sebelah kiri bernama Monica Zhao dan yang sebelah kanan bernama Anna."

Tiano Lin mendengar Sony Song berkata bahwa mereka merupakan jurusan menari, begitu melihat dari jarak dekat, memang sangat sempurna, bentuk tubuhnya sangatlah bagus.

"Hai, aku Tiano Lin."

Tiano Lin tersenyum dan berinisiatif menjulurkan tangannya.

Dua wanita yang berada di samping hanya melirik sekilas ke arah Tiano Lin, tanpa berbicara apa-apa pun menundukkan kepala dan terus memainkan ponselnya. Hanya yang duduk di tengah, Xeria Ling mengulas senyum ke arah Tiano Lin.

"Aku Xeria Ling, pada awalnya aku datang bermain bersama teman-temanku. Kebetulan bertemu kakakku jadi aku kemari untuk duduk-duduk."

Setelah selesai memperkenalkan diri, seketika suasana menjadi canggung.

Kedua wanita yang duduk di samping Xeria Ling sudah merasa kesal, sebenarnya mereka tidak ingin datang ke tempat seperti ini. Hanya saja mereka mengiyakannya karena memberi Xeria Ling sebuah 'wajah'.

Tiano Lin bukanlah orang bodoh, dia dapat melihat ini merupakan ide Yulius Zhang, dirinya tahu dia ingin membantunya keluar dari fase putus cinta maka dari itu dia pun memanggil adiknya untuk membawa beberapa orang kemari.

Tetapi sekarang kelihatannya, beberapa wanita ini tidak tertarik sama sekali kepada mereka.

"Kamu lihatlah, Tuan Muda Marvel sedang membuat pesta, jika tahu lebih awal, sebaiknya kita pergi ke sana saja."

Monica Zhao bermain dengan ponselnya dan memandang dengan iri lingkaran pertemanan Marvel.

"Dia begitu kaya, acara kecil-kecilan seperti ini tentu tidak ada artinya bagi dia."

Anna yang berada di sampingnya menambahkan beberapa kata.

"Aish! Iri sekali! Dia sekarang merupakan kekasih Celine. Setelah Celine lulus, dia sudah akan menjadi Nyonya Muda."

"Kecilkan suaramu, Tiano Lin ini merupakan mantan kekasih Celine, dia masih belum tahu, dia sudah diselingkuhi oleh Celine."

"Hahaha, benarkah? Sudah tertebak melihat penampilan pria ini seperti pria tidak berguna. Tetapi, menurutku pria seperti ini sangat layak diselingkuhi."

"Kurangi perkataan kalian, kita semua adalah teman, tidak baik mengatai orang lain seperti itu." Xeria Ling yang berada di sisi samping membujuk mereka.

"Siapa yang berteman dengannya? Kamu yang memaksa kami datang kemari, apa gunanya berteman dengan kecoak seperti mereka, sangat memuakkan."

Sebenarnya suara pembicaraan beberapa wanita ini tidaklah kencang, tetapi kebetulan sedang pergantian lagu, suasana sedang hening, sehingga semuanya terungkapkan.

Yulius Zhang tertegun, sambil mengenggam dadu di tangannya, wajahnya memerah dan tidak berbicara sepatah kata pun.

Xeria Ling merasa sedikit bersalah, karena bagaimana pun dialah yang membawa mereka datang kemari, sungguh jelek mengatakan sesuatu yang menyinggung orang pada acara seperti ini.

Hanya saja Xeria Ling memperhatikan ekspresi Tiano Lin yang baik-baik saja setelah mengetahui hal ini merasa sedikit aneh.

"Maaf, perkataan teman--temanku tadi kelewatan. Aku mewakili mereka meminta maaf kepada kalian, semoga kalian tidak menyalahkan mereka."

Xeria Ling berjalan ke depan Tiano Lin sambil berbicara dengan tulus.

Belum menunggu Tiano Lin berbicara, kedua teman di sampingnya langsung marah.

Monica Zhao beranjak dan menarik Xeria Ling: "untuk apa kamu meminta maaf kepadanya? Ini merupakan kenyataan, apa yang perlu dimaafkan? Orang yang tidak tahu diri, mengapa tidak mencari tahu apakah dirinya pantas atau tidak."

Anna tidak bisa menahan untuk menambahkan: "benar! Lagipula masalah Tiano Lin yang diselingkuhi tidak memiliki hubungan dengan kami, memang kenapa jika kami membicarakannya?"

"Sudahlah!"

Xeria Ling tidak mengerti mengapa temannya bisa mengucapkan perkataan tidak sopan seperti ini.

Dia melihat Tiano Lin, tatapannya penuh dengan perasaan bersalah.

"Tidak apa-apa." Tiano Lin tersenyum, mengangkat segelas arak dan meminumnya.

Xeria Ling sudah mempersiapkan diri untuk menerima kemarahan, tetapi reaksi Tiano Li berada di luar dugaannya, dia tidak mengerti dan sedikit meremehkan Tiano Lin.

"Laki-laki murah hati merupakan suatu hal yang baik, tetapi setidaknya harus memiliki prinsip dirimu sendiri. Kamu bertindak begitu santai dalam hal semacam ini, alih-alih membuat aku menghargai kamu, melainkan membuat aku merasa kamu sangat menjijikkan karena kamu bahkan tidak menghargai hubungan dirimu sendiri. " Xeria Ling mengambil botolnya sendiri: "aku seharusnya tidak meminta maaf kepada kamu, orang-orang seperti kamu tidak pantas berteman denganku."

Download APP, continue reading

Chapters

200