Bab 15 Membawa mobil mewah

by Winston 12:18,Jul 08,2020
Dengan pemikiran demikian, Tiano berjalan ke mobil berwarna putih yang di pojok situ.
“Ini lumayan.”
Tiano memutuskan untuk memilih yang ini.
“Gila, kamu gila ya, ini adalah Mercedes-Benz G-Class, kamu malah mau beli mobil satu ini.”
Perkataan Sony menarik perhatian orang sekitar.
“Jangankan harga, hanya untuk biaya pemeliharaan dan minyak saja sudah akan membuat kamu tidak mampu. Kalau kamu mau, setidaknya bermula dari 2 milyar.”
Mobil ini selain untuk pamer, benar-benar tidak ada nilai guna yang lain. Orang biasa seperti Tiano, bagaimana mungkin bisa menerimanya.
“Mobil ini, kalau orang yang baru kaya bisa membeli pun pasti tidak mampu untuk biaya pemeliharaannya.”
Sony sungguh tidak menyarankan Tiano membeli mobil yang ini.
Tiano malah santai sekali, diamatinya mobil tersebut, kemudian berkata kepada Sony.
“Kamu bisa menyetir mobil ini?”
“Tentu saja bisa, mobil seperti ini akan memberikan kepuasan yang tiada tara.”
Sebenarnya Sony sangat menyukai mobil mewah ini, hanya saja ia tidak berani membayangkannya.
“Kalau begitu, ini saja.” Ujar Tiano langsung.
Hanya saja anehnya Tiano sudah bilang ingin membeli mobil, tapi malah tidak tampak ada karyawan yang datang.
Mungkin merasa mereka masih murid, pasti tidak punya uang.
“Tiano kamu gila? Lebih baik apa adanya saja, apakah budget kamu mengizinkan kamu melakukan perbuatan bodoh ini?”
Tiano menggeleng.
“Apakah ada karyawan? Tolong jelaskan fungsi mobil ini.”
Tanpa menunggu Tiano membuka mulut, tiba-tiba muncul seorang wanita di sebelahnya, serta sudah mengatakan apa yang belum sempat ia katakan.
Wanita ini berusia sekitar dua puluhan, rambutnya terurai, wajahnya dirias natural, tampak cantik sekali.
Usai bertanya, dia masih mengira Tiano mereka yang menjual mobil, sehingga ia berkata : “Tolong kalian jelaskan fungsinya ke aku.”
“Maaf, kami bukan karyawan.”
Karena takut akan membuat Tiano malu, Yulius dan teman-teman menarik bajunya, agar dia tidak tetap di situ lagi.
“Nona, mobil ini aku yang memilih terlebih dahulu.”
Tiano tidak meninggalkan tempat itu, melainkan berbicara ke wanita tersebut dengan serius.
“Apa?” Wanita tersebut menunjukkan ekspresi terperanjat.
“Mobil ini sudah aku pilih lebih dulu.”
Ujar Tiano sekali lagi.
“Adik kecil, apakah kamu tahu mobil apa ini? Apakah kamu tahu berapa harganya? Sekali pun orang tuamu adalah orang kaya baru, juga tidak mampu kamu membelinya.”
Wajah wanita itu penuh dengan sindiran.
Tiano tidak berdaya, kenapa setiap orang merasa dia sangat miskin? Di dalam rekeningnya ia punya uang jajan ratusan milyar, masih sisa banyak setelah membeli mobil ini.
“Maaf, mobil ini aku mau, kamu lihat mobil yang lain saja.”
Ujar Tiano tidak mau mengalah.
“Kamu!” Dari tatapan mata wanita cantik itu penuh dengan emosi, ingin rasanya dia memaki.
Kenapa orang ini begitu tidak tahu mengalah, benar-benar mengira dia mampu membelinya?
Terdengar suara orang berlarian kecil, seorang karyawan datang tergesa-gesa.
“Nona, maaf sekali. Aku tadi sedang ada urusan di sana, jadi agak terlambat, apakah anda ingin melihat mobil?”
Wanita cantik itu mengangguk, lalu melirik Tiano dengan pandangan meremehkan.
“Cepatlah, perkenalkan mobil ini ke aku, aku mengejar waktu.”
Karyawan wanita tersebut hanya tersenyum.
“Kenapa toko kalian membiarkan orang yang tidak keruan masuk sembarangan? Apakah kalian tahu ini mengganggu semangat aku untuk membeli mobil?”
Seketika karyawan wanita tersebut mengerti maksud dia, ia pun membalikkan badan berkata kepada Tiano mereka : “Tuan-tuan sekalian, kalau untuk menambah keramaian silakan ke tempat lain, kita di sini tidak ada model SPG, tidak ada yang bisa ditonton. Kalau tidak ingin pergi, kalian bisa pergi ke kasir sana, di situ ada tempat istirahat dan air minum, tidak dipungut biaya.”
Melihat Tiano mereka berpakaian sederhana, juga seperti mahasiswa, jadi merasa mereka tidak mungkin datang untuk membeli mobil.
“Tiano, atau kita lihat yang lain saja?” Ujar Sony sambil menarik Tiano.
“Mobil ini aku mau sekarang juga, kalau bisa langsung kredit.”
Ucap Tiano dengan serius, kemudian langsung berjalan ke tempat istirahat sana.
Karyawan wanita itu hanya menggeleng-geleng, mengira Tiano hanya ngomong saja, sehingga ia pun tidak mempedulikan Tiano mereka lagi, dan mulai menjelaskan fungsi mobil tersebut ke wanita cantik itu.”
Tiano mereka memasuki tempat istirahat.
“Tiano, kamu terlalu keras kepala, mobil itu sudah mau dibeli sama orang lain, kamu jangan bersikukuh lagi.”
Yulius membujuknya.
“Tapi jelas-jelas aku yang lebih dulu memilihnya.”
Perkataan Tiano membuat mereka khawatir, mereka merasa Tiano sebenarnya hanya ngambek.
Ketika beberapa dari mereka sedang melamun, tiba-tiba datang seorang karyawan wanita.
Karyawan yang satu ini berparas cantik, serta tidak tahu kenapa kelihatan ramah sekali.
“Tuan-tuan, apakah kalian ingin membeli mobil?”
Karyawan wanita tersebut melihat ke Tiano.
“Benar, aku mau mobil yang itu.”
Tiano menujuk mobil yang diminatinya.
Karyawan itu agak tidak yakin, dengan ragu-ragu ia bertanya : “Tuan, apakah maksud anda yang itu?”
“Iya, benar, aku tidak mau melihat-lihat lagi, langsung gesek kartuku saja!”
Tiano tidak ingin bertele-tele, langsung ia mengeluarkan kartu banknya.
Karyawan itu menerimanya, serta dengan heran dia menatap kartu tersebut beberapa detik, meskipun tidak percaya, tapi dia tetap mengeluarkan mesin posnya.
Awalnya karyawan tersebut hanya ingin mencoba-coba, tidak disangka transaksi sebesar dua milyar tersebut berhasil begitu saja, rasanya bagaikan mimpi.
Dia adalah karyawan baru, masih tidak familiar dengan profesinya, banyak hal yang tidak ia beritahu ke Tiano, tidak disangka Tiano langsung memasukkan kata sandi tanpa menanyakan apa pun, dia bahkan masih belum bisa membuka bon.
Dalam sekejap mata dia sudah melakukan transaksi terbesar sejak ia bekerja di toko ini, dia sendiri kebingungan.
Sales manager yang tiba-tiba menerima notifikasi penerimaan pembayaran juga terkejut, dia yang awalnya sedang berbicara di telepon, langsung keluar dengan berlari kecil setelah terburu-buru mematikan panggilan, dengan segan dan hormat ia berkata kepata Tiano : “Tuan, apakah anda yang membayar mobil ini tadi?”

Download APP, continue reading

Chapters

200